Pentingnya Mencantumkan Referensi Dalam Surat Lamaran Kerja

Seorang HRD perusahaan sangat senang mendapatkan ada nama seseorang yang bisa memberikan referensi dalam CV (Curicullum Vitae) seorang pelamar kerja. Namun pada kenyataannya tidak semua pelamar kerja mencantumkan referensi nama dalam CV mereka.

Sebagai pelamar kerja harus hati-hati dalam mencantumkan sebuah nama sebagai referensi di dalam CV, karena tidak sembarang orang yang Anda anggap “berpengaruh” bisa dicantumkan dalam daftar tersebut. Anda juga perlu yakin dulu, referensi tersebut memang dapat memberikan efek positif atau mendongkrak value Anda ketika dinilai oleh HRD perusahaan tempat Anda melamar kerja.

Data-data apa saja yang perlu dicantumkan dalam daftar referensi :

  1. Nama, jabatan dan posisi terakhir
  2. Hubungan kerja/profesional dengan Anda
  3. Nomer telp atau HP dari yang bersangkutan

Kenapa orang HRD senang jika mendapatkan referensi dari kandidatnya? Hal tersebut dikarenakan untuk melengkapi data yang diinginkan oleh seorang HRD dalam menilai calon pekerjanya. Tes psikotest dan interview selama 1 (satu) jam terkadang kurang bisa memberikan gambaran lengkap, sehingga HRD merasa harus melakukan reference check untuk bisa memilih kandidat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Reference check, merupakan salah satu tools yang dipakai perekrut untuk mengetahui kinerja pelamar, yakni dengan mengetahui dari pihak lain yang pernah bekerja sama dengan pelamar.

Apa perbedaan surat referensi dengan surat keterangan kerja?

Surat keterangan kerja merupakan bagian formalitas berisi informasi masa kerja di perusahaan lama, sedangkan surat referensi dibuat secara pribadi oleh kilen atau mantan atasan dari pelamar. Isinya dapat berupa deskripsi prestasi kerja Anda dalam bekerja. Surat referensi akan sangat memperkuat posisi lamaran Anda, terlebih lagi jika yang menuliskannya adalah user atau klien yang puas bekerjasama dengan Anda.

Siapa-siapa saja yang bisa dituliskan dalam daftar referensi Anda :

  1. Atasan langsung dari tempat kerja terdahulu, karena mereka pernah bekerja sama dengan Anda sehingga tahu persis kinerja dan prestasi Anda.
  2. Pejabat tinggi dari tempat kerja terdahulu, tapi hati-hatilah kalau memang Boss besar tersebut mengenal baik Anda tidak ada salahnya untuk mencantumkan, tetapi jika tidak kenal atau hanya sekedar tahu Anda sebaiknya jangan dicantumkan.
  3. Klien yang pernah bekerjasama dengan Anda, dan merasa puas dengan hasil kerja anda.
  4. Pimpinan organisasi masyarakat/sosial tempat Anda aktif berkegiatan, ini juga bisa menambah kesan positif jika memang kontribusi Anda dapat memajukan organisasi ini.

Referensi kerja itu sangat penting untuk menambah nilai jual Anda, jadi dimanapun Anda bekerja saat ini berikanlah selalu kinerja yang maksimal dan dapat memajukan Perusahaan serta binalah hubungan baik serta profesional dengan atasan, rekan kerja dan klien-klien Anda.

Let’s develop people..!!

Ratu Fenny Lesniarti, Director-HR Consultant

AIS Training & Consulting

Leave your comment

0 Comments