Pemuda Generasi Milenial

Kamis di Minggu pertama bulan Januari 2019 saya bertemu dua orang muda energik. Mereka turun dari mobil Toyota Yaris, menutup pintu langsung menoleh dan tersenyum kepada saya. "Akhirnya kita ketemu ya Pak", katanya. Saya mengangguk dan tertawa lebar.

Satu orang yg lebih senior diantara mereka berdua selalu tersenyum, gerak gerik tindakannya dijaga, bahkan intonasi saat berbicara diatur supaya lembut, jadi kesannya malahan muncul feminisnya padahal cowok tetapi tetap bergaya profesional. Orang kedua juga, juga cowok maksudnya, cowok lebih natural tanpa dibuat buat namun aura semangatnya nampak banget disisi lain juga tertangkap kesan rendah hati.

Kami ketemuan disebuah cafe. Kebetulan cafe yang kami pilih nuansa kebun. Ketika kami masuk disambut semacam doorman jika di hotel. Senyumnya ramah sehingga kami juga tersenyum membalas. Dia hendak mengantar kami memilih tempat duduk. Namun kami lebih suka memilih sendiri. Kami memilih duduk di kursi rotan dengan bantal duduk empuk bukan sofa. Belum lama kami duduk sudah datang petugas cafe dengan senyum sangat manis menyodorkan menu. Dia menanyakan apakah kami hendak langsung memilih menu atau buku menu ditinggal terlebih dahulu. Diantara saya dan dua tamu saling memandang dan serempak menjawab "tinggal aja, Mbak".

Meeting awal tahun berjalan sempurna seperti cara berjalan putri Indonesia. Minim kesalahan. Diawali greeting, menggali informasi dan kebutuhan, mengenalkan kompetensi serta ekpertise masing masing, dan diakhiri kesepakatan. Kami sepakat menindaklanjuti dengan kerjasama 2019. Mulus tanpa jejak noda.

Seusai pertemuan di kafe tersebut ada sebuah kesimpulan sementara bahwa pemegang bisnis saat ini adalah generasi X, Y, juga Millenial. Dua orang pemuda ditambah owner serta karyawan kafe rata rata berusia muda. Mereka melek bisnis dan teknologi. Mereka tidak tabu terbang dari satu tempat ke tempat lain dan hinggap beberapa saat untuk memanjakan diri dari kerja. Berenergi dan penuh kesenangan. Selamat tinggal generasi aristokrat, birokrat, dan baby boomer. Selamat datang dalam perjalanan baru bersama para muda generasi optimis.

0 Comments

Leave Your Comment

Hubungi Kami

Chat via Whatsapp