Berani Berkorban

"Pak Anton tahu gak mengapa saya tidak di perusahaan ini pada waktu itu ?" tanyanya setengah retoris.

"Gak Pak, setahu saya bapak mundur karena memang sudah usia dan ada perusahaan lain yang meminta bapak", jawabku sesuai yang saya tahu sekaligus memperbaiki posisi duduk.

Dari situlah perbincangan terus mengalir. Perbincangan kami lompat-lompat seperti rusa di padang rumput pada pagi hari. Energinya luar biasa besar dalam kondisi dia sedang gejala masuk angin.

Usianya sdh diatas 55 tahun. Dalam kondisi itu dia masih bisa terbang dari satu kota ke kota lain. Kadangkala hanya unt monitoring memastikan cabang perusahaannya berjalan sesuai Standard Operating Procedure, juga harus memecat karyawan yg telah sengaja menyimpang dari kewenangan dan SOP, namun jg sesekali memberikan pembekalan di cabang-cabang yang lain. Bayangin perusahaannya punya 33 kantor cabang. Tiap kantor bekerjasama dengan dealer. Bisa bayangin bila tidak dimanage dg baik maka pasti banyak kasus. Kerjanya sangat dinamis.

Salah satu resepnya dipercayai oleh atasan ialah dia bekerja tuntas dan melaporkan setiap perkembangannya kepada boss tanpa diminta. Proaktif. Dan satu lagi yaitu "clean". Artinya tidak mau disuap, menyuap, korupsi, laporan keuangan selalu transparan, bekerja sesuai SOP..

Pernah pada suatu kesempatan dia harus memecat karyawan yg menyalahgunakan kewenangan demi uang. Uang perusahaan dikorup. Dia datang dan dengan bukti cukup tanpa banyak kilah karyawan tersebut disuruh memilih. Opsi 1 yaitu mengajukan surat mundur dan akan diberikan surat referensi namun tanpa mendapat uang apapun namanya. Atau opsi 2 ialah dapat pesangon tetapi tanpa surat referensi atau jk dengan surat referensi mk surat tersebut ditulis apa adanya. Pilihan yang sama sulitnya bagi karyawan tersebut namun itulah konsekuensinya bila korupsi dan menyalahgunakan jabatan.

Singkatnya karyawan tersebut memilih opsi 1. Dihadapan si Bapak karyawan tersebut legawa dan mengaku bersalah dan menerima konsekuensinya. Namun tiba-tiba atasannya yg lebih muda mendatangi si Bapak. Atasannya meminta supaya karyawan yg dipecat dapat uang terimakasih sebesar dua kali gaji. Alasan si Atasan adalah kasihan kepada karyawan yg dipecat. Si Bapak bersikukuh bahwa itu aturan perusahaan namun bila atasan hendak memberi dua kali gaji maka itu adalah policy jabatan Atasan. Bapak tersebut tidak mau tandatangan tentang besaran dua kali gaji. Bukan soal kasihan namun ini soal SOP atau Rule Perusahaan harus ditegakkan.

Kemudian setelah menyeruput teh panas dia melanjutkan menjawab pertanyaannya sendiri "Alasan saya mundur dr perusahaan ini karena daripada makan gaji buta. Walaupun atasan saya tidak mengijinkan, saya tetap ingin mundur. Saya yakinkan atasan bhw tidak perlu menggaji saya bila untuk urusan kerjaan remeh temeh. Kerjaan remeh tersebut sangat cukup bila ditangani anak buah saya, tidak perlu saya. Setelah beberapa hari, dengan berat hati atasan mengijinkan".

Hebatnya hari ini dia kembali diundang oleh Atasannya setelah beberapa tahun posisinya vakum. Posisinya kembali utuh. Itulah hebatnya orang yang berkorban tanpa pamrih bagi perusahaan pasti akan diperhitungkan kembali oleh perusahaan tersebut.

0 Comments

Leave Your Comment

Hubungi Kami

Chat via Whatsapp

Hubungi Kami

Chat via Whatsapp