Beberapa Kesalahan Umum Yang Sering Dilakukan Oleh Seorang Salesman

alam teknik menjual banyak penjual melakukan kesalahan-kesalahan mendasar, tanpa disadarinya. Padahal kalau sedikit berusaha untuk belajar, kesalahan-kesalahan tersebut tidak mungkin terjadi, sehingga target penjualan dapat tercapai. Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh penjual.

  1. Penjual tidak melakukan proses perkenalan yang cukup terhadap calon prospek. Proses awal dari suatu kegiatan menjual, haruslah diawali dengan proses membina hubungan dengan calon kosumen tersebut, sehingga akhirnya kita menawarkan sesuatu yang belum tentu menjadi kebutuhan bagi orang tersebut. Hal yang sebaiknya dilakukan pada saat kontak pertama dengan calon konsumen adalah melakukan proses perkenalan dan penjajakan minat terlebih dahulu, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan kepada kita.
  2. Tidak melakukan Kunjungan Follow up terhadap Konsumen yang telah membeli. Bertemu calon prospek bukan hanya untuk menawarkan Produk. Konsumen yang puas terhadap pelayanan kita adalah sumber referensi yang terbaik. Sehingga berkunjung terhadap konsumen yang telah membeli, bukan berarti hendak menawarkan tetapi juga untuk memancing referensi dari mereka. Referensi adalah prospek yang terbaik bagi seorang konsumen, karena kita bisa mendapatkan informasi yang lengkap tentang calon prospek sebelum kita menawarkan produk kita kepada mereka.
  3. Penjual tidak memahami produknya. Pengetahuan tentang produk sangat kurang sehingga tidak dapat menjelaskan dengan baik kepada pelanggan. Banyak pertanyaan tentang produk oleh pelanggan, bahkan pertanyaan sederhana sekalipun, tidak dapat dijawabnya dengan gamblang. Sehingga pelanggan sering ragu dan tidak yakin dengan produk tersebut.
  4. Penjual tidak siap menemui pelanggan. Persiapan yang dilakukan seperti: brosur, produk demo, testimoni, komputer, alat peraga, alat pendukung misal baterai untuk barang elektronik tidak disiapkan. Sehingga penjual kurang dapat meyakinkan pelanggan.
  5. Anda terlalu banyak bicara. Kurang mendengarkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan. Bila hal demikian terjadi, pelanggan sering menjadi tidak hormat atau perhatian terhadap penjual.
  6. Penjual tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh pelanggan baik tersurat ataupun tersirat. Kurang peka terhadap kebutuhan sebenarnya yang harusnya penjual penuhi. Misal keinginan untuk mendapat hadiah tambahan atau diskon khusus.
  7. Penjual kurang peduli terhadap pelanggan. ni adalah sesuatu yang penting. Sayangnya yang sering terjadi penjual hanya peduli dengan dirinya sendiri, misal hanya ingin target penjualan tercapai. Setelah produk terjual, penjual tidak peduli lagi dengan pelanggan. Apakah dia puas atau bilamana produknya rusak tidak mau membantu. Apabilan penjualan peduli pelanggan, maka dia akan selalu melakukan langkah seperti yang disampaikan pada point 2.
  8. Penjual tidak jujur dan tulus kepada pelanggan. Ini sesuatu yang serius, terlebih setelah menipu, penjual tidak merasa bersalah. Hasil seperti ini biasanya tidak panjang, karena kemudian pelangan tidak percaya lagi dengan penjual, meski penjual menjadi jujur sekalipun.
  9. Pelanggan sebenarnya tidak siap membeli produk penjual. Banyak sebab, diantaranya mungkin terlalu mahal, atau malah terlalu murah, mungkin belum waktunya dibutuhkan, mungkin produknya tidak cocok, mungkin ada pilihan lain yang lebih cocok untuk pembeli dan sebagainya.

Jadi ada kesalahan-kesalahan umum dan mendasar yang dilakukan oleh penjual. Bilamana dihindari kemungkinan besar tingkat penjualan menjadi meningkat. Bukan berarti kita pasti sukses menjual bila ingat dan dapat mengatasi hal-hal diatas, tapi setidaknya meningkatkan kemungkinan sukses kita dalam menjual.

Semoga Sukses..!!

Paulus S. Firmanto, Senior Consultant-Trainer

AIS Training & Consulting

Leave your comment

0 Comments